Film The Hobbit: Awal Mula Petualangan Bilbo Baggins

Warung Informasi. Film The Hobbit: Awal Mula Petualangan Bilbo Baggins, Seri 'Lord of the Rings' akan selalu menjadi salah satu franchise fantasi yang paling dikenal. Peter Jackson, dibantu dengan WETA, berhasil menciptakan dengan begitu indah dan brilian sebuah pertarungan superepik di sebuah tempat bernama Middle Earth. Film yang dibuat berdasarkan novel legendaris karya J. R. R. Tolkien itu tidak hanya berhasil secara komersial namun juga secara kualitas. Terbukti di film terakhirnya, 'Return of the King', yang berhasil mendapatkan 11 Oscar.

Akhir tahun ini Peter Jackson kembali mengajak kita semua mengunjungi Middle Earth dalam 'The Hobbit: An Unexpected Journey'. Di sebuah desa Hobbit yang damai, Bilbo Baggins (Martin Freeman) tidak pernah menyangka akan kedatangan tamu seagung Gandalf (Ian McKellen), bersama 13 dwarf termasuk sang ketua Thorin Oakenshiled (Richard Armitage).

Kerajaan Thorin yang berada di Lonely Mountain telah dikuasai oleh naga. Kerajaan yang dulunya makmur, kini telah menjadi puing, dan Thorin ingin mendapatkan kembali semua itu. Yang dia butuhkan adalah seseorang yang cukup lincah dan tidak terlacak agar perjalanan mereka merebut kerajaan menjadi lebih mudah. Dan, Gandalf menawarkan Bilbo Baggins untuk pekerjaan itu. Tidak mudah memang. Bilbo Baggins menolak pekerjaan itu setelah makan malam rusuh bersama 13 dwarf.

Tapi, setelah menyadari bahwa dia akan mengalami petualangan yang tidak ada duanya, Bilbo pun mengepak barang-barangnya, berlari menyusuri desa Hobbit untuk mengejar rombongan, dan memulai petualangan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Seri 'Lord of the Rings' memang sukses dan mempunyai banyak penggemar. Tapi, hal itu tak lantas membuat filmnya menjadi tidak segmented. Bagi Anda yang belum menonton tiga film sebelumnya (atau membaca buku-bukunya), mungkin bisa kebingungan menelaah mitologi Lord of the Rings yang sudah dibangun di film sebelumnya.

Dengan Fran Walsh, Carolynne Cunningham dan Guillermo del Toro, Peter Jakson merangkum petualangan pertama 'The Hobbit' tak kurang dari 169 menit. Terlalu panjang? Ini sudah menjadi kebiasaan Peter Jackson yang mempunyai kelebihan dengan detail. Dan, ini hanya untuk film pertamanya saja ('The Hobbit' yang kedua akan dirilis tahun depan).

'The Hobbit' akan menjadi film yang jauh lebih menggetarkan jika saja Peter Jackson bersedia membuang 30 menit awal filmnya yang membosankan. Begitu Bilbo Baggins bergabung dengan Thorin dan Gandalf, petualangan yang penuh dengan banyak mahkluk ajaib itu pun menjadi lebih menyenangkan untuk ditonton.

Seperti halnya seri 'Lord of the Rings', 'The Hobbit' akan memanjakan kita dengan visualnya yang megah. Sinematografi yang luar biasa keren, art direction yang detail dan visual effect yang jagoan membuat film ini menjadi seperti sebuah maha karya yang tak ternilai. Walaupun 3D-nya tidak memberikan efek apa-apa (tidak seperti 'Life of Pi' yang superefektif), dan perubahan jumlah frame (beberapa bioskop di Jakarta memutar 'The Hobbit' 3D dengan versi yang diinginkan Peter Jackson yaitu 48 frame per second) juga tidak berefek secara signifikan.

Martin Freeman sebagai Bilbo cukup berhasil menampilkan sosok Bilbo versi muda yang lebih bersemangat. Richard Armitage berhasil membuat penonton terlena dengan latar belakang Thorin yang tragis. Sementara itu Ian McKellen yang juga bermain di tiga film 'Lord of the Rings' sebelumnya seperti biasa tampil tanpa cacat.

'The Hobbit' wajib tonton bagi Anda yang sudah kangen menonton petualangan para Hobbit di Middle Earth dan juga makhluk-makhluk ajaibnya. Cameo Elijah Wood, Hugo Weaving, Cate Blanchett serta tentu saja Andy Serkis sebagai Gollum akan memenuhi rasa rindu Anda kepada mereka. Dan, bagi Anda yang belum pernah menonton 'Lord of the Rings', memulai petualangan Anda dengan Bilbo Baggins bukanlah ide yang buruk.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

Sumber : http://hot.detik.com
◄ Newer Post Older Post ►