Ukiran "Manusia Singa" yang Lebih Kuno

manusia-singa
Majalah Nature edisi 425 tanggal 4 September, telah memberitakan bahwa temuan baru ukiran "Manusia Singa" berwarna gading yang kompleks di dalam sebuah gua di barat daya Jerman mungkin adalah ukiran manusia yang paling kuno di dunia, lebih kuno dibanding ukiran manusia singa di Vogelhaerd yang saat ini dianggap paling kuno dan memiliki 30 ribu tahun sejarahnya di dunia.

Penemuan ini dikemukakan oleh arkeolog Amerika Nicholas Conard dalam laporannya pada sidang internasional ke-16 yang diselenggarakan pada tanggal 30 Juli tahun ini di Nevada, Amerika Serikat. Tahun lalu, ia membawa peta dan bersama dengan mahasiswa menemukan sejumlah hasil buatan manusia itu di dalam gua di sekitar gunung Uermo, Jerman, ada manusia singa, kuda, burung dan sebagainya. Hasil analisa dengan kertas karbon menunjukkan manusia singa muncul kurang lebih pada 30 ribu tahun silam. Conard menganggap, bahwa ukiran manusia yang baru ditemukan lebih kuno dibanding ukiran manusia singa yang ditemukan di Vogelhaerd oleh arkeolog Jerman, sebab mereka berada pada lapisan papan di gua yang lebih rendah.

Arkeolog dari Universitas California, Jeffery Brantingham berpendapat, bahwa sejumlah temuan itu mendorong ke belakang jejak orang modern dan jejak peninggalan pada masa yang lebih lampau.

(Keterangan gambar: Ukiran manusia singa Vogelhaerd yang saat ini dianggap paling kuno dan memiliki 30 ribu tahun sejarahnya di dunia)

Sumber: http://erabaru.or.id/sejarah/56-sejarah/1394-ukiran-qmanusia-singaq-yang-lebih-kuno.html

◄ Newer Post Older Post ►